KOLEKSI PETA
Pada minggu ketiga pembelajaran mata kuliah Survei Tanah dan Evaluasi lahan yang dilaksanakan pada tanggal 22 Februari 2018, disajikan presentasi yang membahas mengenai Prinsip-Prinsip dan Metode Survei Tanah dengan beberapa topik yaitu:
1. Peta dan peta tanah
a) Pengertian peta: peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi
b) Skala peta dan ketelitian informasi
c) Peta tanah: peta tanah adalah peta yang dibuat untuk memperlihatkan sebaran taksa tanah dalam hubungannya dengan kenampakan fisik dan budaya dari permukaan bumi
Macam-macam peta tanah:
-) Berdasarkan cara penyajian:
- Peta tanah bersimbolkan titik
- Peta tanah poligon kelas-areal
- Peta lapangan kontinyu yang dibuat melalui metode interpolasi
- Peta lapangan kontinyu yang dibuat melalui pengamatan langsung di seluruh daerah survei
-) Berdasarkan teknik pelaksanaan
- Pendekatan sintetik
- Pendekatan analitik
-) Berdasarkan tujuan (intensitas pengamatan), peta dapat dibedakan menjadi 6, yaitu sebagai berikut:
2. Prinsip-prinsip survei tanah
a) Satuan peta dan satuan taksonomi
-) Satuan peta adalah satuan lahan yang mempunyai sistem fisiografi atau landform yang sama, yang dibedakan satu sama lain di lapangan oleh batas-batas alam dan dapat dipakai sebagai satuan evaluasi lahan
-) Satuan taksonomi adalah sekelompok tanah dari suatu sistem klasifikasi tanah; masing-masing diwakili oleh suatu profil tanah yang mencerminkan "central concept" dengan sejumlah kisaran penyimpangan sifat-sifat dari konsep pusat tersebut.
b) Satuan peta tanah dalam survei tanah
Satuan peta tanah dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
-) Satuan peta tanah sederhana
- Konsosiasi
Satuan peta tanahkonsosiasi didominasi oleh satuan tanah dan tanah yang serupa (similiar soil unit). Dalam konsosiasi memiliki paling tidak 50% satu satuan tanah yang sama dan 25% satuan tanah yang serupa. Satuan peta konsosiasi diberi nama sesuai dengan satuan tanah yang paling dominan, sedangkan satuan tanah lain yang tidak sejenis dan serupa maksimal memiliki presentase 25%.
-) Satuan peta tanah majemuk
- Asosiasi
Satuan peta tanah asosiasi mengandung dua atau lebih satuan tanah yang tidak serupa yang digunakan dalam pemberian nama satuan peta dan mempunyai komposisi yang hampir sama. Karena kecilnya skala peta, satuan-satuan tanah penyusun satuan peta ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain kedalam satuan peta yang berbeda. Satuan peta asosiasi dalam skala pemetaan yang lebih besar dapat dipisahkan kedalam satuan peta konsosiasi yang berbeda
- Kelompok tak terbedakan (kompleks)
Satuan peta tanah kompleks serupa dengan SPT asosiasi karena terdapat dua atau lebih satuan tanah yang tidak serupa yang digunakan dalam penamaan SPT. Selain itu komposisi masing-masing satuan tanahnya serupa dengan SPT asosiasi. Persebaran satuan tanahnya tidak mengikuti pola tertentu sehingga dalam skala pemetaan yang lebih besar, satuan-satuan tanah yang menyusunnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Satuan peta tanah dikatakan kompleks apabila komponen utama dalam satuan peta kompleks tidak dapat membentuk satuan peta tersendiri jika dipetakan pada skala 1:24.000. Sedangkan satuan peta asosiasi jika dipetakan pada skala tersebut dapat membentuk satuan peta tersendiri.
3. Metode survei tanah
a) Sistem fisiografi
- Diawali dengan melakukan IFU
- Skala berkisar 1:50.000 - 1:200.000
b) Sistem grid
- Pembuatan titik-titik dengan jarak teratur membentuk bujur sangkar
- Cocok untuk survei intensif skala besar
- Cocok digunakan pada wilayah yang belum memiliki foto udara atau foto udara yang sulit diambil
c) Sistem grid bebas
- Kombinasi sistem fisiografi dan sistem grid
- DIterapkan pada survei detail hingga semi-detail
- Cocok untuk wilayah dengan foto udara berkemampuan terbatas dan tempat dengan orientasi di lapang cukup sulit dilakukan
- Pemilihan titi, secara acak
d) Survei non-sistematik
- Batas tanah ditentukan oleh peta lain ( ex. peta geologi dan peta fisiografi)
- Pengecekan dilakukan di beberapa tempat dengan intensitas sangat rendah
- Dilakukan pada skala <1:500.000
Koleksi Peta Rupa Bumi/Topografi, Geologi, Peta Tanah, dan Peta Penggunaan Lahan di Kota Bogor
Kota Bogor memiliki luas sebesar 11.850 Ha dan terletak di antara 106' 48' BT dan 6' 26' LS dengan ketinggian wilayah berkisar antara 190 mdpl sampai 330 mdpl.
1. Peta rupa bumi/topografi
Judul peta: Peta Administrasi Kota Bogor Jawa Barat
Tahun peta: 2010
Penerbit: Peta Tematik Indonesia
Skala: 1:30.000
Proyeksi: UTM
Lokasi keberadaan peta: Kota Bogor
2. Peta geologi
Judul peta: Peta Geologi Lembar Bogor
Tahun peta: 1998
Penerbit: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi
Skala: 1:100.000
Proyeksi: UTM
Lokasi keberadaan peta: Kota Bogor
3. Peta tanah
Untuk saat ini, peta tanah untuk wilayah Kota Bogor belum tersedia. Namun akan saya tayangkan peta tanah untuk wilayah Kabupaten Bogor.
Judul peta: Peta Tanah Bogor Dulu Kala
Tahun peta: 2015
Penerbit: Levri Ardiansyah (pencipta)
Skala: (tidak ada keterangan skala)
Proyeksi: UTM
Lokasi keberadaan peta: Kota Bogor
4. Peta penggunaan lahan
Untuk saat ini, peta penggunaan lahan di Kota Bogo belum tersedia.
Koleksi Peta
1. Peta rupa bumi
Judul peta: Peta Rupa Bumi Digital Indonesia - Bandung
Tahun peta: 2001
Penerbit: Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Skala: 1:25.000
Proyeksi: UTM
Lokasi keberadaan peta: Bandung
2. Peta geologi
Judul peta: Peta Geologi Kabupaten Bone
Tahun peta: 2010
Penerbit: Komunitas Atlas Geografis dan Sosial
Skala: 1:50.000
Proyeksi: koordinat
Lokasi keberadaan peta: Bone
3. Peta tanah
Judul peta: Peta Wilayah Jenis Tanah Kabupaten Cirebon
Tahun peta: 2010
Penerbit: Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon
Skala: 1:70.000
Proyeksi: koordinat
Lokasi keberadaan peta: Cirebon
4. Peta penggunaan lahan
Judul peta: Peta Penggunaan Lahan Bieureun
Tahun peta: 2012
Penerbit: Pemerintah Kabupaten Bieureun
Skala: 1:100.000
Proyeksi: UTM
Lokasi keberadaan peta: Bieureun
1. Peta dan peta tanah
a) Pengertian peta: peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi
b) Skala peta dan ketelitian informasi
c) Peta tanah: peta tanah adalah peta yang dibuat untuk memperlihatkan sebaran taksa tanah dalam hubungannya dengan kenampakan fisik dan budaya dari permukaan bumi
Macam-macam peta tanah:
-) Berdasarkan cara penyajian:
- Peta tanah bersimbolkan titik
- Peta tanah poligon kelas-areal
- Peta lapangan kontinyu yang dibuat melalui metode interpolasi
- Peta lapangan kontinyu yang dibuat melalui pengamatan langsung di seluruh daerah survei
-) Berdasarkan teknik pelaksanaan
- Pendekatan sintetik
- Pendekatan analitik
-) Berdasarkan tujuan (intensitas pengamatan), peta dapat dibedakan menjadi 6, yaitu sebagai berikut:
2. Prinsip-prinsip survei tanah
a) Satuan peta dan satuan taksonomi
-) Satuan peta adalah satuan lahan yang mempunyai sistem fisiografi atau landform yang sama, yang dibedakan satu sama lain di lapangan oleh batas-batas alam dan dapat dipakai sebagai satuan evaluasi lahan
-) Satuan taksonomi adalah sekelompok tanah dari suatu sistem klasifikasi tanah; masing-masing diwakili oleh suatu profil tanah yang mencerminkan "central concept" dengan sejumlah kisaran penyimpangan sifat-sifat dari konsep pusat tersebut.
b) Satuan peta tanah dalam survei tanah
Satuan peta tanah dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
-) Satuan peta tanah sederhana
- Konsosiasi
Satuan peta tanahkonsosiasi didominasi oleh satuan tanah dan tanah yang serupa (similiar soil unit). Dalam konsosiasi memiliki paling tidak 50% satu satuan tanah yang sama dan 25% satuan tanah yang serupa. Satuan peta konsosiasi diberi nama sesuai dengan satuan tanah yang paling dominan, sedangkan satuan tanah lain yang tidak sejenis dan serupa maksimal memiliki presentase 25%.
-) Satuan peta tanah majemuk
- Asosiasi
Satuan peta tanah asosiasi mengandung dua atau lebih satuan tanah yang tidak serupa yang digunakan dalam pemberian nama satuan peta dan mempunyai komposisi yang hampir sama. Karena kecilnya skala peta, satuan-satuan tanah penyusun satuan peta ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain kedalam satuan peta yang berbeda. Satuan peta asosiasi dalam skala pemetaan yang lebih besar dapat dipisahkan kedalam satuan peta konsosiasi yang berbeda
- Kelompok tak terbedakan (kompleks)
Satuan peta tanah kompleks serupa dengan SPT asosiasi karena terdapat dua atau lebih satuan tanah yang tidak serupa yang digunakan dalam penamaan SPT. Selain itu komposisi masing-masing satuan tanahnya serupa dengan SPT asosiasi. Persebaran satuan tanahnya tidak mengikuti pola tertentu sehingga dalam skala pemetaan yang lebih besar, satuan-satuan tanah yang menyusunnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Satuan peta tanah dikatakan kompleks apabila komponen utama dalam satuan peta kompleks tidak dapat membentuk satuan peta tersendiri jika dipetakan pada skala 1:24.000. Sedangkan satuan peta asosiasi jika dipetakan pada skala tersebut dapat membentuk satuan peta tersendiri.
3. Metode survei tanah
a) Sistem fisiografi
- Diawali dengan melakukan IFU
- Skala berkisar 1:50.000 - 1:200.000
b) Sistem grid
- Pembuatan titik-titik dengan jarak teratur membentuk bujur sangkar
- Cocok untuk survei intensif skala besar
- Cocok digunakan pada wilayah yang belum memiliki foto udara atau foto udara yang sulit diambil
c) Sistem grid bebas
- Kombinasi sistem fisiografi dan sistem grid
- DIterapkan pada survei detail hingga semi-detail
- Cocok untuk wilayah dengan foto udara berkemampuan terbatas dan tempat dengan orientasi di lapang cukup sulit dilakukan
- Pemilihan titi, secara acak
d) Survei non-sistematik
- Batas tanah ditentukan oleh peta lain ( ex. peta geologi dan peta fisiografi)
- Pengecekan dilakukan di beberapa tempat dengan intensitas sangat rendah
- Dilakukan pada skala <1:500.000
Koleksi Peta Rupa Bumi/Topografi, Geologi, Peta Tanah, dan Peta Penggunaan Lahan di Kota Bogor
Kota Bogor memiliki luas sebesar 11.850 Ha dan terletak di antara 106' 48' BT dan 6' 26' LS dengan ketinggian wilayah berkisar antara 190 mdpl sampai 330 mdpl.
1. Peta rupa bumi/topografi
Judul peta: Peta Administrasi Kota Bogor Jawa Barat
Tahun peta: 2010
Penerbit: Peta Tematik Indonesia
Skala: 1:30.000
Proyeksi: UTM
Lokasi keberadaan peta: Kota Bogor
2. Peta geologi
Judul peta: Peta Geologi Lembar Bogor
Tahun peta: 1998
Penerbit: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi
Skala: 1:100.000
Proyeksi: UTM
Lokasi keberadaan peta: Kota Bogor
3. Peta tanah
Untuk saat ini, peta tanah untuk wilayah Kota Bogor belum tersedia. Namun akan saya tayangkan peta tanah untuk wilayah Kabupaten Bogor.
Judul peta: Peta Tanah Bogor Dulu Kala
Tahun peta: 2015
Penerbit: Levri Ardiansyah (pencipta)
Skala: (tidak ada keterangan skala)
Proyeksi: UTM
Lokasi keberadaan peta: Kota Bogor
4. Peta penggunaan lahan
Untuk saat ini, peta penggunaan lahan di Kota Bogo belum tersedia.
Koleksi Peta
1. Peta rupa bumi
Judul peta: Peta Rupa Bumi Digital Indonesia - Bandung
Tahun peta: 2001
Penerbit: Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Skala: 1:25.000
Proyeksi: UTM
Lokasi keberadaan peta: Bandung
Judul peta: Peta Geologi Kabupaten Bone
Tahun peta: 2010
Penerbit: Komunitas Atlas Geografis dan Sosial
Skala: 1:50.000
Proyeksi: koordinat
Lokasi keberadaan peta: Bone
3. Peta tanah
Judul peta: Peta Wilayah Jenis Tanah Kabupaten Cirebon
Tahun peta: 2010
Penerbit: Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon
Skala: 1:70.000
Proyeksi: koordinat
Lokasi keberadaan peta: Cirebon
4. Peta penggunaan lahan
Judul peta: Peta Penggunaan Lahan Bieureun
Tahun peta: 2012
Penerbit: Pemerintah Kabupaten Bieureun
Skala: 1:100.000
Proyeksi: UTM
Lokasi keberadaan peta: Bieureun








Komentar
Posting Komentar